Surat Terbuka untuk Adik Tercinta

Jangan mati, jangan dulu lari dilahap tumpukan bumi, kumohon jangan dulu pergi.

Jangan mati, nanti abangmu ini bukanlah lagi orang yang akrab kamu kenali, nanti abangmu ini tidak lagi memasak telur mata sapi setiap pagi, nanti tidak ada lagi sapaan hangat atau uap susu coklat panas di pagi hari. Bahkan lusa abangmu mungkin akan bungkam sembari memandang kamarmu yang sudah rapih. Akan banyak yang berputar dan menjadi-jadi kalau kamu pergi, banyak yang akan berubah kalau kamu tidak lagi di sini.

Tolong jangan dulu mati, nanti ayahmu yang sangat kamu kenali tidak pernah sedih dan letih sepanjang hidupnya di bumi itu untuk pertama kalinya ia akan menangis, terkikis melihatmu terbaring damai di atas peti. Mungkin sehari setelah kamu pergi tembakaunya yang rutin ia hisap perhari takkan ia hiraukan lagi, takkan ada lagi lintingan itu terlukis indah pada jemari akibat jasad anaknya dijemput sang ilahi.

Ayahmu nanar menatap lubang terisi peti telah tertimpa tanah hening nan pedih, sampai waktu yang tiada henti.

Toples susu coklat yang selalu diisi kembali seminggu sekali akan bertambah menjadi diisi tiga minggu lamanya karena tidak ada lagi kamu yang menyeduh susu di pagi hari, rak sepatu akan tertata apik dan bersih perihal tidak ada sepatumu yang biasa ditarik asal setiap pagi. Kasir pasar swalayan tidak lagi melihatmu membeli onigiri isi teri dan selalu tersisa satu sampai hari esoknya lagi. Penjual nasi goreng langgananmu harus terbiasa tidak menerima sapaan pada jam sembilan malam nanti karena kamu tidak lagi membeli seporsi, begitu juga pada kucing di pinggirnya mati kelaparan karena kamu tak lagi menyisihkan ayam untuk dibagi.

Jangan pergi adalah permohonan paling gagal di dunia ini. Gagal untuk memaksamu tinggal dan gagal untuk meminta tidak ditinggalkan. Maka pergi adalah kata yang paling menyedihkan di dunia ini, karena pergi artinya kamu tidak akan kembali.

Kalau kamu lari, kalau kamu mati, dunia tidak akan sama lagi.

Sekali lagi,

tolong jangan dulu mati, jangan dulu pergi dari sini.