Membenci keheningan

Aku pernah mencintai sepi. Menarik nafas tenang dalam kesendirian. Menari riang dalam keheningan. Hingga akhirnya ia datang membawa heningku pergi. Sampai aku terbiasa dengan suara berisik, dan mulai mencintainya.

Tapi ternyata riuhnya tidak ditakdirkan untuk bertahan lama, heningku kembali datang. Sayangnya, kali ini aku membencinya. Aku mulai membenci keheningan, aku benci sepi, aku benci sendirian. Bagaimana caranya untuk kembali mencintai sepi?