Di antara banyaknya waktu yang sudah terlewati, sayang sekali tidak pernah ada aku dan kamu di dalamnya.
Tapi tak apa. Kita pernah bersama namun mungkin waktu lupa menangkapnya. Jadi, kita tidak bisa abadi di dalamnya. Tidak pernah dan tidak akan.
Boleh ya, kalau kali ini aku menyalahkan waktu? Karena tidak adil rasanya kalau harus melempar salah satu sama lain.
Tak mau juga aku mengutuk takdir. Karena mungkin harapanku dan kamu pernah ter-ijabah. Namun lagi-lagi, tidak dengan waktunya.
Entahlah, ucapan sampai jumpa atau selamat tinggal yang tepat kali ini. Biarlah waktu yang ambil kendali. Aku berpasrah saja. Dan kamu, jalan lagi saja.