Dan ini tentang kita, hubungan yang penuh dengan berbagai drama gila hidup yang akhirnya bisa kita maklumi. Kita adalah sepasang sejoli yang tak jauh dari wacana-rencana dan selalu berkutat di atas bahagia dan duka. Kamu si jenius ceria, sedang aku si ambius gila.
Kadang aku bisa mengimbangimu, kadang tidak, begitupun sebaliknya.
Ada banyak sekali momen dimana kita terbakar ego. Lalu sejenak berhenti, mengambil jeda, membenarkan perasaan, memahami diri dengan harapan-harapan lebih baik di depan sana.
Entah itu cincin, entah itu luka batin. Kita tak pernah ambil pusing. Lalu selalu, hangat pelukmu adalah obat paling ampuh selain komunikasi. Kita bisa baik-baik saja dan tidak baik-baik saja di waktu yang acak. Kita selalu mencoba berbenah, lagi dan lagi.
Dari semuanya, terpenting, kita sudah bisa bertahan sejauh ini. Cukup mengejutkan ternyata kita bisa saling menguatkan. Bisa saling menangis untuk banyak hal penting dalam hidup kita.
Satu doaku, “semoga hidup kita, trus, begini-gini saja” Semoga juga, kita selalu bisa mencintai apa adanya. Dalam tidur atau terjaga, sampai melingkar cincin di jari kita.