Keabadian Ia Dalam Diksi

Suatu saat aku mungkin terlupa perihal berapa puisi yang aku ciptakan soal dirinya. Atau berangkali melewatkan bilangan ganjil dan genap yang pernah dan akan aku habisnya bersamanya. Aku tidak takut sama sekali. Sampai kapan pun aku akan selalu tau kalau tulisa ini ada karena kehadirannya. Ia adalah diksi dari kalimat-kalimat ini yang aku rangkai sepenuh hati. Puisi ini lengkap karena namanya.