Sebelum mengenalmu, saya tidak tahu seperti apa kehidupan saya tanpa
kamu. Jatuh hati memang sering membuat manusia menjadi gila dan
mendadak sering hiperbola dalam berkata-kata, ‘kan? Saya tahu kamu pasti
mengalaminya. Mari saya perjelas.
Setelah mengenalmu, saya jadi punya gambaran. Saya mungkin tidak
betul-betul bisa membayangkannya, sebab hari-hari sebelum mengenalmu, adalah musim gugur yang teramat panjang, musim dingin tak kalah lekang. Namun, semua itu berakhir kala kamu datang. Seperti
akhir dari perang. Krisis telah lelah bertandang.
Bila saya tidak mengenalmu, mungkin saya belum tahu cara untuk jatuh
hati pada diri saya sendiri hari ini. Saya mungkin belum tahu mimpi mana yang masih layak untuk saya perjuangkan lagi. Saya mungkin belum tahu apakah saya mampu melihat kelayakan diri tanpa harus
kehilangan diri, lagi. Saya mungkin masih kebingungan untuk melepaskan diri dari pikiran-pikiran yang mendatangkan penderitaan.
Menjatuhkan hati padamu tidak pernah menjadi rencana saya, tidak juga masuk dalam resolusi tahunan.
Bahkan siapa pun berhak menyangka saya hanya jatuh hati hanya pada parasmu. Karena mungkin mereka tidak tahu rasanya menjatuhkan hati setelah melihat bagaimana jantungmu bekerja mengaliri seluruh kanal-kanal aorta dan vena, bagaimana paru-parumu mengatur pergi dan pulangnya napas-napas kehidupan yang kamu hirup dari lukisan-lukisan, seni-seni instalasi, buku-buku, uap americano panas, awan dan langit, sapaan kepiting dan pohon-pohon kecilmu, juga musik-musik yang telah memilih telingamu.
Saya harus bilang, nyatanya hatimu yang lapang memang layak dijadikan tempat pulang.
Setiap kali saya jatuh, kamu yang selalu mampu membuat saya bangkit kembali. Setiap kali kewarasan saya runtuh, kamu selalu mampu menarik saya kembali di sini, kini. Sebab, sebaik-baiknya hidup adalah saat ini, ketika saya bisa menuliskan perasaan-perasaan saya tentangmu yang entah akan sampai melalui angin atau hal-hal yang lain.
Terima kasih kamu telah memilih bumi untuk ditinggali. Saya senang bertemu
denganmu di kehidupan kali ini. Saya ingin kamu tahu bahwa kamu akan selalu dicintai oleh bagian dari diri saya, yang tidak sedetik pun tidak mencintaimu.
— yang selalu kaupercayai galaksinya dan akan selalu percaya pada galaksimu,