Sebelum saya pikir air mata saya sudah betul-betul habis, ternyata masih ada yang tersisa, lengkap dengan kecewa. Namun, saya pilih air mata untuk menjadi perantara; penyembuh luka; mengantarmu pada perjalanan berikutnya.
Pada akhirnya, kita hanyalah teman perjalanan yang tidak kebetulan bertemu pada satu simpang. Sebelum pada simpang berikutnya, kita memilih arah yang berbeda. Saya perlu mengatakan bahwa saya menikmati perjalanan bersamamu. Meski memang tidak seluruhnya menyenangkan, tapi bukankah perjalanan lebih bermakna daripada tujuan?
Meski cara pamitmu meningalkan tanya baru, membuat saya belajar kembali bahwa tidak semua hal akan terjawab sesaat setelah tanya itu muncul. Namun, saya berkeyakinan barangkali dengan cara itulah nanti kita akan bertemu lagi di semesta yang lain; kehidupan berikutnya. Sebab, yang belum usai akan terus tersemai.
Mungkin saat ini kamu bisa menutup halaman-halaman ini. Sebab, kamu telah sampai pada akhir dari satu cerita yang berhasil saya tuangkan di sini. Mungkin lagi nanti, ada satu buku yang tidak akan pernah habis kamu baca. Sebab, kita sama-sama sibuk menuliskannya dan tidak menginginkan kata “hilang” atau “pergi” menjadi penutup cerita.