Duka Yang Berkuasa

Untuk segala duka yang berkuasa, gema-gema gundah yang mengangkasa, serta segala sesak tak kasat mata. Redalah, reda. Kepada jiwa-jiwa pencemas, dengan isi kepala penuh tanya-tanya, juga hati yang patah dan hilang asanya. Tenanglah, tenang. Untuk seluruh riuh-riuhnya keluh, untuk badai yang tak lelah mengguruh. Teduhlah, teduh. Kepada selaksa sembilu yang menekuk bahu-bahu rapuh, pun kepada luka-luka yang pilunya utuh. Sembuhlah, sembuh.

Kini melangitlah, melangit. Segala doa senyap penuh harap, kepada yang empunya segala sejahtera. Jadi damailah, damai.

Tinggalkan komentar