INI SUDAH PASTI PEMBUNUHAN

“Ini sudah pasti pembunuhhan”
Ujar tokoh detektif dalam buku yang sedang saya baca
“Sebab, lihat di meja itu, korban baru saja membeli sebuket bunga untuk ulang tahun ibunya besok. Biasanya taka ada orang yang ingin mati dalam keadaan hendak merencanakan sesuatu yang berjangka pendek.”

Saya tutup buku itu, lalu saya letakkan di pinggir balkoni.
Analisis yang payah.
Sama payahnya dengan yang bilang, “Biasanya orang kan membersihkan kamarnya dulu sebelum bunuh diri.”
Padahal tahu tidak, berapa banyak orang yang “pergi” dalam keadaan kamar seperti kapal pecah?
Sehabis membeli tiket bioskop, mungkin?
Sepulang membeli lekker di Gerlong?
Atau bahkan setelah mengorder ayam geprek ceban via online?

Sial. Jadi teringat, saya sempat memesan sebuah food chopper via online.
Tadinya saya ingin mencoba resep siomay udang, tapi rasanya itu sudah tidak penting lagi.
Apakah orang yang menemukan saya nanti akan berpikir bahwa ada kemungkinan saya dibunuh karena pesanan food chopper baru tiba?
“Tak mungkin ia bunuh diri, lihat saja resep siomay udang yang tertempel di pintu kulkasnya.”
Membayangkan itu, saya tersenyum geli